Pendidikan

Bukan Sekadar Slogan! FISIB MBOIS Bangun Sentosa Buktikan Arah Baru Menuju Fakultas Mendunia

27
×

Bukan Sekadar Slogan! FISIB MBOIS Bangun Sentosa Buktikan Arah Baru Menuju Fakultas Mendunia

Sebarkan artikel ini

BANGKALAN, HARIANNEWS.ID – Memasuki satu tahun kepemimpinan sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Bangun Sentosa menegaskan komitmennya untuk membawa fakultas yang dipimpinnya semakin maju, berdaya saing, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Madura.

Satu tahun perjalanan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan arah pengembangan fakultas melalui gagasan FISIB MBOIS, akronim dari Mendunia, Berbudaya, Optimis, Inspiratif, dan Sinergis.

Gagasan ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga landasan untuk membangun tata kelola fakultas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.

Pada 27 Oktober 2026, perjalanan satu tahun FISIB MBOIS menandai upaya fakultas dalam memperkuat identitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengusung semangat “Sinergi Berbudaya, Tangguh Mendunia.”

Dalam berbagai forum strategis yang melibatkan jajaran pimpinan dekanat dan rektorium, Bangun Sentosa terus mendorong sinergi sebagai salah satu kunci untuk menentukan arah pengembangan FISIB agar lebih adaptif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu perkembangan yang disoroti dalam satu tahun perjalanan FISIB MBOIS adalah penambahan program studi, termasuk pengembangan program pascasarjana. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Bangkalan dan Madura.

Pengembangan program akademik ini menjadi bagian dari upaya fakultas untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Sinergi berbudaya, tangguh mendunia adalah doa kita bersama untuk menyongsong masa depan cemerlang. Kami berkomitmen untuk terus membuktikan bahwa fakultas ini mampu bersinergi dengan berbagai pihak, tetap berpegang pada nilai-nilai budaya, serta tangguh dan mendunia melalui kapasitas dosen dan mahasiswa yang terus mengasah potensi masing-masing,” tegas Bangun Sentosa.

Menurutnya, kemajuan fakultas tidak hanya diukur dari pengembangan program akademik, tetapi juga dari kemampuan sivitas akademika dalam menghasilkan prestasi, memperluas jejaring kerja sama, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Komitmen FISIB untuk meningkatkan daya saing tercermin dari sejumlah prestasi mahasiswa dalam kompetisi akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Beberapa capaian yang disebutkan di antaranya adalah juara III dalam ajang Arabic Debate Championship 2026: Qatar Debate Indonesian Chapter, peraih medali perunggu dalam National Essay Competition 2026, serta peraih medali perak dalam kompetisi esai internasional di Malaysia.

Prestasi tersebut menjadi indikator positif atas potensi mahasiswa FISIB dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berargumentasi, menulis ilmiah, dan berkompetisi di tingkat yang lebih luas.

Capaian itu sekaligus memperkuat upaya fakultas untuk membangun lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa tidak hanya unggul dalam pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga aktif mengembangkan bakat, kreativitas, dan kemampuan profesional.

Meski demikian, pengembangan prestasi mahasiswa tetap membutuhkan dukungan berkelanjutan melalui pembinaan, pendampingan dosen, serta kesempatan mengikuti berbagai kompetisi dan forum akademik.

Selain pengembangan akademik dan prestasi mahasiswa, FISIB UTM juga membangun area bisnis di lingkungan fakultas. Inisiatif tersebut diwujudkan melalui FISIBBOX, Ozon Cafe, dan OZ Printing yang disebut mulai dibuka pada Agustus 2026.

Keberadaan unit-unit usaha tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang aktivitas yang lebih produktif di lingkungan kampus. Pengembangan area bisnis juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan sivitas akademika sekaligus memperkuat hubungan fakultas dengan lingkungan sekitarnya.

Bangun Sentosa menegaskan bahwa setiap pencapaian merupakan hasil dari proses, kerja sama, dan ikhtiar bersama seluruh unsur fakultas.

“Setiap pencapaian adalah target dan ikhtiar bersama. Langkah ini tidak mudah. Harapan kami, fakultas ini akan memiliki dampak besar kepada masyarakat sekitar. Karena letaknya di Madura, kampus ini, termasuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Madura,” tambahnya.

Ia berharap pengembangan FISIB tidak berhenti pada pencapaian internal kampus, tetapi juga mampu membuka peluang kolaborasi, menggerakkan aktivitas ekonomi, dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, tantangan FISIB UTM tidak hanya terletak pada keberlanjutan program yang telah berjalan, tetapi juga pada konsistensi dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat prestasi mahasiswa, mengembangkan jejaring kemitraan, serta memastikan manfaat fakultas dapat dirasakan masyarakat.

Semangat FISIB MBOIS diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat karakter fakultas yang berorientasi pada kemajuan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.

Dengan dukungan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, pimpinan universitas, serta para mitra, FISIB UTM diharapkan mampu terus berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang kompetitif, inklusif, dan berkontribusi bagi pembangunan sumber daya manusia di Madura.

Satu tahun perjalanan FISIB MBOIS pun menjadi titik awal untuk memperkuat langkah menuju fakultas yang semakin bersinergi, berbudaya, tangguh, dan mampu bersaing di tingkat global.

Penulis: Muhari AS

Tinggalkan Balasan