SAMPANG,HARIANNEWS ID – Dalam upaya membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, berwawasan, serta terbebas dari berbagai bentuk kekerasan dan penyalahgunaan narkoba, SMPS Islam As-Sirajul Munir berkolaborasi dengan Madrasah Aliyah (MA) As-Sirajul Munir menggelar sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren As-Sirajul Munir, Jalan Raya Ketapang–Banyuates, Dusun Senneng, Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, diikuti dengan antusias oleh peserta didik baru.
Hadir pula seluruh dewan guru SMPS Islam As-Sirajul Munir Putra, MA As-Sirajul Munir Putra, serta panitia MPLS.
Sosialisasi menghadirkan dua narasumber dari Pemerintah Kecamatan Banyuates.
Fitrih menyampaikan materi mengenai Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dengan menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan (bullying), maupun cyberbullying.
Dalam pemaparannya, Fitrih mengingatkan bahwa pencegahan kekerasan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama, baik sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap anak untuk belajar dan berkembang. Oleh karena itu, seluruh warga sekolah harus berani mencegah, melaporkan, dan menghentikan segala bentuk kekerasan maupun perundungan. Budaya saling menghargai dan peduli harus terus ditanamkan sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Robiatul Adawiyah Kapus Bringkoneng menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif).
Ia menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat merusak kesehatan fisik, mental, hingga masa depan generasi muda apabila tidak dicegah sejak dini.
“Generasi muda harus mampu mengatakan tidak terhadap narkoba. Bentengi diri dengan ilmu, iman, serta memilih lingkungan pergaulan yang positif. Jangan mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat merusak masa depan karena narkoba hanya akan menghancurkan cita-cita dan kehidupan,” tegasnya.
Ketua Panitia MPLS, Bunali, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam memberikan pembinaan karakter sejak hari pertama peserta didik memasuki lingkungan pendidikan.
“Kami ingin para peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki pemahaman tentang pentingnya menjaga diri dari segala bentuk kekerasan, perundungan, serta penyalahgunaan NAPZA.
Dengan bekal tersebut, kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMPS Islam As-Sirajul Munir, Abdul Holik Ali Hudi, mengapresiasi panitia pelaksana MPLS beserta seluruh dewan guru yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan MPLS tahun ajaran 2026/2027 menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya kegiatan MPLS peserta didik putra dilaksanakan secara kolaboratif bersama Madrasah Aliyah As-Sirajul Munir.
“Kolaborasi ini merupakan yang pertama kali kami laksanakan. Tujuannya adalah memperkuat semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan sinergi antarjenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren As-Sirajul Munir.
Kami berharap kebersamaan ini mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan karakter peserta didik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung pada kegiatan MPLS, tetapi juga dapat terus dikembangkan melalui berbagai program pendidikan, pembinaan karakter, keagamaan, dan kegiatan sosial yang melibatkan seluruh lembaga di bawah naungan yayasan.
Melalui kegiatan ini, SMPS Islam As-Sirajul Munir bersama MA As-Sirajul Munir dan Pemerintah Kecamatan Banyuates menegaskan komitmennya untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, bebas dari kekerasan, serta terbebas dari penyalahgunaan NAPZA, guna melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.












