Regional

Jembatan Jadi Sasaran Sampah, Madas Sedarah dan DLH Sampang Turun Tangan

106
×

Jembatan Jadi Sasaran Sampah, Madas Sedarah dan DLH Sampang Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

SAMPANG,HARIANNEWS.ID – Upaya menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, terus digencarkan melalui kolaborasi antara Organisasi Masyarakat (Ormas) Madas Sedarah DPC Sampang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang, serta Forkopimcam Banyuates.

Kegiatan gotong royong dan pengawasan terhadap sampah liar tersebut dilaksanakan secara berpindah di sejumlah titik, mulai dari Jembatan Potat Banyuates, Jembatan Nepa, hingga kawasan Jalan Senneng, Desa Nepa, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi aksi membersihkan sampah, tetapi juga menjadi bentuk edukasi sekaligus ajakan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di jembatan, bahu jalan dan ruang publik.

Kegiatan diawali di kawasan Jembatan Potat, Kecamatan Banyuates. Setelah dilakukan pembersihan dan pengawasan di lokasi tersebut, rombongan kemudian bergerak menuju Jembatan Nepa untuk melanjutkan kegiatan serupa.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan di Jalan Senneng, Desa Nepa, yang juga menjadi salah satu titik perhatian karena ditemukan sampah yang dibuang tidak pada tempatnya.

Perpindahan lokasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan sampah tidak hanya berfokus pada satu titik, melainkan dilakukan secara menyeluruh pada sejumlah kawasan yang dinilai membutuhkan perhatian.

Ketua Madas Sedarah DPC Sampang, H. Abd Muis, menegaskan bahwa persoalan sampah membutuhkan kesadaran bersama. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Ayolah, kita sadar diri untuk membuang sampah. Jangan buang di jembatan maupun di jalan. Itu sangat mengganggu masyarakat di sekitarnya serta membahayakan pengguna jalan,” ujar H. Abd Muis saat berada di lokasi kegiatan.

Ia menilai, kegiatan gotong royong harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat. Jangan sampai setelah sampah dibersihkan, beberapa hari kemudian kembali terjadi penumpukan akibat kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Sampang Faisol, melalui Kabid Kebersihan dan Sampah Aulia Arief, mengapresiasi keterlibatan Madas Sedarah dan berbagai unsur lainnya dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, persoalan persampahan membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan serta kesadaran masyarakat di tingkat bawah.

“Kolaborasi seperti ini adalah kunci keberlanjutan. Pemerintah dapat menyediakan sarana dan edukasi, tetapi pelaksanaan di lapangan membutuhkan komitmen dan partisipasi aktif masyarakat,” jelas Aulia Arief.

Ia juga secara khusus mengimbau masyarakat Kecamatan Banyuates agar tidak membuang sampah di jembatan maupun di sepanjang jalan.

“Ayolah, kita sadar diri dalam membuang sampah. Jangan membuang sampah di jembatan maupun di jalan karena sangat mengganggu masyarakat di sekitarnya. Perlu adanya gerakan dari masyarakat Kecamatan Banyuates untuk bersama-sama membersihkan sampah-sampah ini,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta bersama-sama mengangkat dan mengumpulkan berbagai jenis sampah yang ditemukan di sejumlah titik. Sampah tersebut antara lain berupa plastik, bungkus makanan dan limbah rumah tangga.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keberadaan sampah di sekitar jembatan dan badan jalan tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.

Kegiatan yang dilakukan dari Jembatan Potat, Jembatan Nepa hingga Jalan Senneng Desa Nepa tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Madas Sedarah DPC Sampang bersama DLH dan Forkopimcam Banyuates mendorong agar kegiatan serupa tidak berhenti sebagai aksi bersih-bersih sesaat.

Pengawasan, edukasi dan perubahan perilaku masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Sinergi antara pemerintah, ormas, pemuda dan masyarakat diharapkan mampu membentuk gerakan bersama, sehingga persoalan sampah dapat ditangani dari hulu hingga hilir.

(Hilal)

Tinggalkan Balasan