Hariannews.id || pamekasan-Belum genap satu tahun jabatan bupati dan wakil bupati pamekasan madura jawatimur sudah sering kali muncul aksi protes terhadap jalannya pemerintahan.
Salah satunya aksi tersebut di lakukan oleh Barisan Masyarakat Madura (BMM) kamis siang 29-01-2025.
kordinator aksi menuntut bupati Pamekasan Madura Jawatimur Kholilurrahman agar bersedia menemui pengunjuk rasa dan memberi klarifikasi atas temuan temuan masyarakat terkait di duga kuat adanya intervensi asisten pribadi (Aspri) bupati (F) dan istri ke dua bupati Pamekasan dalam menentukan arah kebijakan pemerintah dan pengelolaan anggaran.
Bahkan isu yang terbaru dugaan adanya praktek jual beli jabatan yang di koordinatori orng orang kepercayaan bupati,salah satunya (F) di tengarai sebagai (Aspri bupati).
dia menyasar beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) seperti dinas pendidikan,dinas pertanian dan DPRKP,untuk mendapatkan jatah proyek dengan mengatas namakan bupati Pamekasan.
isu yang berkembang bahkan kabarnya ucapan dari Aspri bupati ini bisa mempengaruhi kebijakan tim anggaran pemerintah daerah.
Pada awak media korlap aksi Achmad Sujai mengatakan”,ini sangat meresahkan,Aspri bupati Fathorrahman dengan angkuhnya menyisir beberapa OPD minta jatah proyek,bahkan isu yang berkembang ada jual beli jabatan yang dikoordinir orng orang terdekat bupati,salah satunya fathorrahman (Aspri bupati).
Menurut kami ini praktek jahat karna jelas jual beli jabatan tidak di benarkan.
Kami datang kesini Barisan Masyarakat Merdeka (BMM) sebagai bentuk keseriusan pengawalan terhadap isu dan kebijakan tersebut,yang menurut kami sarat penyimpangan jabatan uangkapnya.
(Sodri)












