Tuntut UMK 2024 Naik 15% Buruh Geruduk Kantor Pemkab Tuban

Tuban.hariannews.id. Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggeruduk Kantor Pemerintah Kabupaten Tuban untuk menuntut kenaikan upah minimum Kabupaten Tuban tahun 2024 sebesar 15 persen, Rabu(22/11/2023).

Aksi unjuk rasa ini diikuti kurang lebih 500 kaum buruh, mereka bertolak dari Lapangan Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, lalu menuju ke Kantor Pemerintah Kabupaten Tuban dengan mengendarai sepeda motor dan kendaraan roda 4.

Setibanya di Kantor Pemerintah Kabupaten Tuban, ratusan buruh ini membentangkan spanduk tuntutan, dan saling bergantian menyampaikan orasi.

Ketua FSPMI Tuban, Duraji mengatakan, aksi yang digelar ini untuk mengawal jalannya sidang pleno dewan pengupahan Kabupaten Tuban dengan agenda membahas pertimbangan usulan UMK Tuban Tahun 2024.

“Kedatangan kita untuk mengawal sidang pleno, karena hasil sidang ini akan menentukan upah buruh Tuban selama satu tahun ke depan imbuhnya.

Duraji menjelaskan, hasil rapat pleno nanti akan diusulkan kepada Bupati Tuban dan menjadi pertimbangan untuk mengeluarkan rekomendasi yang nantinya disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur

“Bupati sebatas merekomendasikan, yang menentukan UMK tetap Gubernur. Jadi tinggal Bupati ini mau atau tidak mau mengusulkan kenaikan 15 persen,” terangnya.

Dalam aksi ini, ujar Duraji, pihaknya menolak kenaikan UMK berdasarkan Formulasi yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 2023 tentang pengupahan. la meminta agar Bupati merekomendasikan Kenaikan UMK Tuban sebesar 15 persen. Alasan menuntut kenaikan upah sebesar 15 persen
ini, dengan perhitungan nilai pertumbuhan ekonomi dan inflasi tahun berjalan serta
prediksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi tahun depan.

“Kami menginginkan dalam penetapan upah
minimum tahun 2024 juga harus mempertimbangkan prediksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi tahun depan. Karena upah minimum tahun 2024 ini akan di nikmati buruh tahun 2024, tentu sudah seharusnya prediksi pertumbuhan ekonomi dan prediksi inflasi tahun 2024 juga turut diperhitungkan” imbuhnya

Duraji berharap, pertumbuhan ekonomi 8,88 yang sebagian besar karena faktor pertumbuhan sektor industri ini bisa turut dinikmati masyarakat secara umum, terutama kaum buruh.

Mifta

Pos terkait

Tinggalkan Balasan