Regional

Rumah Warga Mulai Retak Diterjang Ombak, Pemdes Tamberu Barat Perjuangkan Tanggul Laut

12
×

Rumah Warga Mulai Retak Diterjang Ombak, Pemdes Tamberu Barat Perjuangkan Tanggul Laut

Sebarkan artikel ini

SAMPANG,HARIANNEWS.ID – Pemerintah Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, bersama Pendamping Desa terus berupaya mencari solusi atas ancaman abrasi yang semakin mengkhawatirkan di wilayah pesisir desa setempat.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengajukan proposal bantuan pembangunan tanggul laut (sea wall) kepada PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO/Petronas).

Pengajuan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam melindungi kawasan pesisir dari kerusakan lingkungan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat yang bermukim di sepanjang garis pantai.

Sekretaris Desa Tamberu Barat, Sufyan Asy’ari, mengatakan bahwa persoalan abrasi telah menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.

Selain menggerus daratan, abrasi juga berpotensi merusak infrastruktur serta mengancam mata pencaharian warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani tambak.

“Kondisi pantai kami sangat rentan terhadap terpaan ombak besar yang terus mengikis daratan setiap tahunnya. Ini bukan hanya persoalan kerusakan lingkungan dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan warga serta keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Sufyan saat ditemui di Kantor Desa Tamberu Barat, Kamis (25/6).

Menurutnya, pembangunan tanggul laut menjadi kebutuhan mendesak untuk menahan laju abrasi yang selama ini terus menggerus wilayah pantai desa.

Sementara itu, Pendamping Desa Andi Faisol menjelaskan bahwa pengajuan bantuan kepada Petronas merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah desa, pendamping desa, dan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Ia menilai keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu alasan perlunya dukungan dari berbagai pihak dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur pesisir yang membutuhkan biaya besar.

“Kami menyadari bahwa kondisi pantai yang rentan terhadap ombak besar telah menjadi beban bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. Karena itu, kami terus melakukan berbagai upaya untuk mengajukan bantuan pembangunan tanggul laut kepada sejumlah pihak, salah satunya Petronas. Harapannya, program ini dapat segera terealisasi demi melindungi masyarakat dan aset desa dari ancaman abrasi,” jelas Andi Faisol.

Lebih lanjut, Faisol menegaskan bahwa keberadaan tanggul laut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pantai dari gelombang laut, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

“Dengan garis pantai yang lebih stabil dan aman, aktivitas perikanan tangkap maupun budidaya tambak dapat berjalan lebih optimal. Pada akhirnya hal ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan,” tambahnya.

Dukungan terhadap rencana pembangunan tanggul laut juga datang dari kalangan nelayan.

Salah seorang tokoh nelayan Tamberu Barat, Agus, mengaku masyarakat telah lama menantikan adanya penanganan serius terhadap abrasi yang terus mengancam kawasan permukiman warga.

“Sudah bertahun-tahun kami melihat daratan desa perlahan masuk ke laut. Beberapa rumah yang berada dekat pantai mulai mengalami keretakan akibat terjangan ombak. Jika tanggul laut benar-benar dibangun, tentu menjadi harapan besar bagi kami agar dapat tetap tinggal dan mencari nafkah di kampung halaman dengan lebih aman,” ungkap Agus.

Pemerintah Desa Tamberu Barat berharap proposal yang diajukan kepada Petronas dapat memperoleh perhatian dan dukungan. Jika program tersebut disetujui, pemerintah desa menyatakan siap mendukung pelaksanaannya dengan menyediakan lahan yang diperlukan serta memberdayakan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, akademisi, dan media, pembangunan tanggul laut diharapkan dapat segera terealisasi sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan wilayah pesisir sekaligus melindungi kehidupan masyarakat dari ancaman abrasi yang semakin meningkat di Kabupaten Sampang.

Tinggalkan Balasan