Regional

Viral! Paket Belum Pernah Diantar, Status Tiba-Tiba Diretur oleh SPX Hemat

16

SAMPANG,HARIANNEWS.ID – Kinerja layanan pengiriman SPX Hemat kembali menjadi perhatian publik setelah seorang pelanggan mengeluhkan paket miliknya yang diduga dikembalikan (retur) secara sepihak tanpa adanya upaya pengantaran maupun komunikasi dari pihak kurir.

Berdasarkan data pelacakan (tracking), paket dengan nomor resi SPXID061785495336 tercatat telah tiba di wilayah tujuan pada 19 Juni 2026 pukul 16.40 WIB.

Namun, hingga status paket berubah menjadi retur, penerima mengaku tidak pernah menerima panggilan telepon, pesan singkat, maupun pemberitahuan lainnya dari pihak kurir terkait proses pengiriman tersebut.

Pelanggan yang enggan disebutkan namanya itu mengaku kecewa atas pelayanan yang diterimanya. Menurutnya, pengembalian paket seharusnya menjadi langkah terakhir setelah kurir melakukan upaya pengantaran dan konfirmasi kepada penerima.

“Kami merasa dirugikan karena paket diretur tanpa ada komunikasi yang jelas. Seharusnya kurir menghubungi penerima terlebih dahulu dan memastikan alamat tujuan sebelum mengambil keputusan untuk mengembalikan barang. Sampai status paket berubah menjadi retur, saya tidak pernah menerima informasi apa pun dari pihak kurir,” ujarnya kepada Hariannews, Selasa (23/6).

Menurut pelanggan tersebut, tindakan pengembalian paket tanpa pemberitahuan berpotensi menimbulkan kerugian bagi konsumen, baik dari segi waktu, biaya, maupun kepastian penerimaan barang yang telah dibeli.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gudang atau kantor operasional SPX yang menangani wilayah tersebut diketahui berada di Jalan Raya Batioh, Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Keluhan ini memunculkan pertanyaan terkait kualitas pelayanan pengiriman, khususnya mengenai pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh petugas di lapangan.

Dalam praktik layanan logistik, komunikasi antara kurir dan penerima merupakan bagian penting untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar dan meminimalkan risiko pengembalian barang.

Sejumlah masyarakat berharap pihak manajemen SPX segera melakukan evaluasi internal terhadap kinerja petugas pengiriman serta memperkuat sistem pengawasan di lapangan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan dan memastikan seluruh proses pengiriman berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Salah seorang warga Banyuates, Ahmad Fauzi, menilai bahwa transparansi informasi kepada pelanggan harus menjadi prioritas perusahaan jasa pengiriman.

“Jika memang ada kendala alamat atau penerima tidak dapat ditemui, seharusnya ada bukti upaya pengantaran atau pemberitahuan kepada pelanggan. Dengan begitu tidak menimbulkan kesalahpahaman dan pelanggan merasa mendapatkan pelayanan yang semestinya,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak SPX belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengembalian paket tanpa proses pengantaran .ters

Redaksi Hariannews.id masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen SPX guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi lebih lanjut.

Masyarakat berharap perusahaan segera memberikan tanggapan resmi serta melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan dan kinerja petugas di lapangan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan hak-hak konsumen tetap terlindungi.

Exit mobile version