Berita TerbaruNasional

Turis mancanegara antusias menyaksikan tradisi Ogoh Ogoh di Bali

253
×

Turis mancanegara antusias menyaksikan tradisi Ogoh Ogoh di Bali

Sebarkan artikel ini

Bali – HARIANNEWS.ID -Kemeriahan Ogoh ogoh Buleleng Bali dari dulu mengundang antusias warga lokal dan turis dari manca negara Selasa 10-03-2026,seni budaya tersebut sudah menjadi tradisi turun menurun masyarakat Bali.

Kemeriahan tradisi Ogoh Ogoh selalu di tunggu tunggu karna menurut warga Bali Ogoh Ogoh mengandung nilai religi yang kental dengan Hindu Bali.

Ogoh Ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang umumnya diarak saat Pengrupukan, tradisi Hindu Bali yang dilaksanakan untuk menyambut Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka). Tradisi tersebut merupakan bagian dari prosesi Tawur Kesanga, ritual Hindu Bali untuk menetralisir kekuatan negatif di alam sekitar dan mendamaikan makhluk makhluk alam bawah menjelang pergantian Tahun Saka.

Dalam pawai saat Pengrupukan, ogoh ogoh merupakan lambang keburukan sifat sifat manusia atau negativitas di alam. Maka setelah pawai selesai, ogoh-ogoh akhirnya dibakar sebagai representasi pengenyahan sifat sifat tadi. Pembakaran biasanya di lapangan kuburan desa.

Ogoh ogoh pada umumnya dibuat di setiap banjar, yaitu komunitas tradisional masyarakat Bali setingkat Rukun Warga. Sosok Butakala, yaitu makhluk jejadian atau penghuni “alam bawah” dalam kepercayaan Hindu merupakan tema ogoh ogoh yang umum dan dianggap mencirikan kualitas negatif dalam diri manusia, meskipun pada masa kini banyak ogoh ogoh yang berbentuk hewan mitologis, tokoh tokoh pewayangan atau sastra Hindu, bahkan dewa dewi Hindu.

Ogoh ogoh dapat dibuat dalam bentuk individu, berpasangan, maupun berkelompok. Bahan pembuatan yang lazim ialah bambu atau rotan yang dijalin atau bahkan stirofoam,kemudian dilapisi dengan kertas. Proses pembuatannya memakan waktu berminggu minggu, bahkan berbulan bulan tergantung pada tingkat kerumitan dan tenaga penggarapnya.

Tradisi ogoh ogoh seperti yang dikenal sekarang ini merupakan kebudayaan yang relatif baru,diperkirakan bahwa tradisi ini berkembang pada dasawarsa 1980-an, meskipun pada tahun tahun sebelumnya ogoh ogoh sudah ada, tetapi masih dalam bentuk yang sangat sederhana dan belum dikenal secara luas.

Tradisi lelakut, patung pelebonan, hingga Barong Landung ditengarai sebagai akar tradisi dan inspirasi bagi perkembangan awal ogoh ogoh saat ini, ogoh-ogoh menjadi ciri khas penyambutan Nyepi dan dilombakan hampir setiap tahun di Bali dalam tingkat yang berbeda beda.

Di luar Bali, tradisi ogoh ogoh juga dilaksanakan di daerah-daerah dengan jumlah umat Hindu yang signifikan (terutama yang merayakan Nyepi), seperti Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan lain-lain,di daerah-daerah tersebut, pawai ogoh ogoh dimaknai sebagai bentuk kerukunan antar umat beragama, dan partisipasi tidak terbatas kepada umat Hindu saja.

“Ogoh Ogoh ini tradisi kami umat Hindu Bali menyambut nyepi (tahun baru saka),tradisi ini bagian dari prosesi kaur kesanga ritual Hindu Bali,yang kami anggap sakral dan wajib di laksanakan bagi ummat Hindu Bali,papar tokoh setempat yang enggan menyebutkan namanya.

Tradisi ini menjadi kebanggan kami karna sudah di kenal seluruh Nusantara,bahkan internasional.itu terbukti dengan banyaknya para wisata asing yang menyaksikan tradisi Ogoh Ogoh,imbuhnya.

Selain kota kota di luar Bali, ogoh ogoh juga dipertunjukkan dalam beberapa pawai budaya di luar negeri.

(Red)

Tinggalkan Balasan