Aduan MasyarakatBerita Terbaru

SPPG/MBG Wajib Kelola Sampah Mandiri di Tengah Lonjakan 25 Ton/Hari

90
×

SPPG/MBG Wajib Kelola Sampah Mandiri di Tengah Lonjakan 25 Ton/Hari

Sebarkan artikel ini

Hariannews.id || Sampang – Volume sampah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dilaporkan mengalami lonjakan drastis dan signifikan, mencapai estimasi 20 hingga 25 ton per hari. Peningkatan ini dipicu oleh menjamurnya operasional dapur-dapur SPPG (atau MBG) di wilayah tersebut. Peningkatan sampah yang masif ini menimbulkan tantangan baru bagi pengelolaan lingkungan hidup daerah.

​Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Permukiman Rakyat (DLH-PR) Sampang, Faisol Ansori, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab atas pengelolaan dan pengangkutan sampah tersebut kini sepenuhnya berada di tangan pihak pengelola dapur, bukan lagi DLH-PR, merujuk pada regulasi yang berlaku dari pemerintah pusat.

Faisol Ansori menjelaskan bahwa adanya regulasi dari pusat mengharuskan sampah yang dihasilkan oleh MBG (yang merujuk pada dapur SPPG) wajib dikelola secara mandiri oleh pihak pengelola. “Karena sudah ada regulasi dari pusat, sampah yang dihasilkan dari MBG wajib dikelola secara mandiri oleh pihak pengelola,” jelasnya, yang sekaligus membatasi peran DLH menjadi sebatas pembinaan dan pemberian arahan.

​”Kami juga meluruskan kesalahpahaman yang sering terjadi di kalangan pihak pengelola. Menurutnya, konsep pengelolaan “mandiri” tidak berarti menumpuk sampah di lokasi terdekat dari dapur, melainkan wajib mengantarkan sampah tersebut langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Baru setelah sampah tiba di TPA, DLH-PR akan mengambil alih tugas pengelolaan dan pemrosesan akhir.”jelasnya

​Pemberitaan mengenai lonjakan sampah ini terjadi dan menjadi isu hangat di Kabupaten Sampang, dengan penegasan dari Kepala DLH-PR tersebut disampaikan pada hari Jumat, 28 November 2025. Penegasan ini dikeluarkan untuk memastikan pihak pengelola mematuhi alur pembuangan sampah yang benar di wilayah Sampang.

Meskipun terjadi lonjakan volume sampah yang cukup besar dari sumber MBG/SPPG, Faisol Ansori menutup keterangannya dengan memastikan bahwa kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Sampang sejauh ini masih dalam kondisi aman dan mampu menampung volume sampah yang masuk. Pihaknya akan terus mengawasi dan melakukan pembinaan agar regulasi pengelolaan sampah mandiri ini dapat diterapkan dengan efektif

Taufik H

Tinggalkan Balasan