Bangkalan, HARIANNEWS.ID – Tegangan listrik wilayah ULP Belega tidak stabil, mengakibatkan peralatan elektronik warga Desa Daleman, Kec amatan Galis, Kabupaten Bangkalan rusak, diduga akibat arus listrik yang tidak memadai. Sampai saat ini pihak PLN belum melakukan upaya yang maksimalkan.
Ada satu kampung, bahkan meliputi satu dusun di Dusun Lembenah, Desa Daleman, yang terus mengalami penurunan voltase listrik di bawah standar, sejak tahun 2006 selama 16 tahun.
Lebih parahnya dalam 3 tahun ini, voltase listrik di rumah-rumah warga terus drop di bawah 200 volt, bahkan dikisaran 160-180 volt.
Salah satu warga Desa Daleman, Rohmah telah melaporkan keadaan tersebut sampai 2 kali melalui layanan PLN MOBILE, pada 2 dan 4 Mei 2023.
Kemudian dilanjutkan agenda audiensi, pada 09/05/2023, di Kantor ULP Belega. Namun sampai saat ini petugas PT. PLN terkait, belum menindaklanjuti laporan tersebut.
“Belum ada kelanjutan dari hasil pengecekan petugas ULP Belega, yang membuat aliran listrik terus drop, sehingga membuat warga kecewa,” tutur Romlah, Jumat (16/6)2013).
Diketahui dari hasil pengecekan PLN ULP Belega, yang menjadi penyebab dronya aliran listrik sudah dapat disimpulkan di antaranya;
1- existing Tab Trafo tab 4, Tegangan di panel gardu 246V, di TR6 238V, di TR3 178V dengan daya trafo 100 kVA beban 103%.
2. Existing JTR 35, dengan total panjang 5978ms.
3. Banyak SR Seri Renteng / Tarikan panjang.
Rencana tindak lanjut dari hasil pengecekan PLN Belega,
1. Usulan Up Rating JTR dari 35 ke 70 Sepanjang 5978ms.
2. Penambahan line panel trafo dan manajemen trafo ke 160 kVA.
3. Mengagendakan Survey untuk usulan perluasan Jaringan Lisdes ( TM, Trafo, JTR ),
“Tapi Sampai saat ini hanya janji dan uluran waktu yang diberikan pihak PLN Belega Bangkalan, rasa kecewa semakin dalam dirasakan oleh warga desa dusun tersebut”, jelas Romlah.
Bahkan pada 12/06/2023, Rohmah sempat konfirmasi kepada pihak PLN ULP Belega melalui telepon seluler, menurut Romlah pihak PLN menjawab, ‘Berdoa saja semoga kabelnya cepat datang bu !,” ujar Romlah menirukan jawaban petugas PLN yang dihubungi olehnya.
“Mendengar jawaban dari petugas Kantor PLN ULP Belega seperti itu, meskipun anjuran do,a itu bagus, tapi saya tetap merasa kecewa, karena belum ada titik jelas kepastian, kapan pembenahan aliran listrik dapat di normalkan,” pungkas Romlah menutup keterangannya.












