SAMPANG,HARIANNEWS.ID – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau panjang di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, ditunjukkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Madas Sedarah Sampang melalui aksi kemanusiaan berupa penyaluran bantuan air bersih.
Kegiatan tersebut telah berlangsung hampir 10 hari dengan menjangkau masyarakat di 14 kecamatan se-Kabupaten Sampang.
Pendistribusian air bersih dilakukan sejak pagi hingga malam hari. Langkah ini ditempuh untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat dampak musim kemarau berkepanjangan.
Ketua DPC Madas Sedarah Sampang, H. Muis, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan, khususnya warga yang menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian bersama, terlebih ketika kondisi kemarau menyebabkan sumber air semakin sulit dijangkau.
“Semoga bantuan air bersih ini bermanfaat dan dapat meringankan beban masyarakat. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus DPC dan DPAC Madas Sedarah yang telah menyisihkan sebagian rezekinya, serta para donatur dari luar organisasi yang turut berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan ini,” ujar H. Muis, Selasa, (20/10/2026).
Ia menegaskan, keterlibatan Madas Sedarah dalam penyaluran air bersih merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi kesulitan akibat kondisi alam.
Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan jajaran pengurus dan anggota Madas Sedarah yang turun langsung ke lapangan untuk mengantarkan air bersih kepada warga. Salah satunya adalah Sahrul, pengurus Madas Sedarah yang turut terlibat dalam proses pendistribusian bantuan.
Dalam menjalankan tugasnya, Sahrul mengaku menghadapi berbagai tantangan, terutama kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah yang sulit dilalui kendaraan. Beberapa ruas jalan yang dilewati bahkan belum beraspal sehingga membutuhkan upaya lebih untuk menjangkau permukiman warga.
Menurut Sahrul, pengalaman selama mengantarkan bantuan membuka gambaran mengenai kondisi masyarakat yang masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Ia juga menemukan kondisi tempat tinggal sejumlah warga yang dinilai memprihatinkan.
“Ketika mengantarkan air bersih, kami harus melewati jalan yang cukup sulit, bahkan ada sejumlah ruas jalan yang belum tersentuh aspal. Di sisi lain, kami melihat masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tempat tinggal sebagian warga juga memprihatinkan dan membutuhkan perhatian,” ungkap Sahrul.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa persoalan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air, tetapi juga menyangkut akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar yang layak.
Bantuan air bersih yang disalurkan DPC Madas Sedarah Sampang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga, setidaknya selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Namun, upaya tersebut juga menunjukkan pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta pihak terkait dinilai penting untuk memperluas jangkauan distribusi bantuan dan memastikan masyarakat yang paling membutuhkan mendapatkan perhatian.
Selain membantu memenuhi kebutuhan air bersih, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong melalui partisipasi pengurus, anggota, dan para donatur yang memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing.
Melalui aksi kemanusiaan yang berlangsung hampir 15 hari tersebut, DPC Madas Sedarah Sampang berharap bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat bagi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sampang.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan dampak kekeringan membutuhkan kepedulian bersama dan langkah berkelanjutan agar kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses terhadap air bersih, dapat terpenuhi secara lebih merata.












