Regional

Warga Sampang Utara Menjerit, Antrean BBM Mengular Ratusan Meter, Nelayan Terancam Tak Melaut

7

SAMPANG,HARIANNEWS.ID – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan Pertalite dikeluhkan masyarakat di wilayah utara Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga kendaraan angkut terlihat mengular hingga ratusan meter di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Kondisi tersebut menyebabkan warga harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya memilih membeli BBM eceran dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Di tingkat pengecer, harga Pertalite dilaporkan bervariasi, mulai Rp15.000 hingga Rp18.000 per liter. Sementara Pertamax dijual sekitar Rp20.000 per liter. Kenaikan harga tersebut semakin membebani masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor transportasi, pertanian, dan perikanan.

“Sudah beberapa hari kami antre berjam-jam. Kadang sampai sore belum tentu kebagian. Padahal pemerintah tidak pernah mengumumkan ada kenaikan harga BBM subsidi, tetapi di lapangan justru sangat sulit didapat,” ujar Arie, salah seorang warga Kecamatan Banyuates, Jumat (26/6/2026).

Kelangkaan Solar juga berdampak serius terhadap aktivitas nelayan di pesisir utara Sampang. Banyak pemilik perahu terpaksa menghentikan aktivitas melaut karena tidak memperoleh pasokan Solar yang menjadi bahan bakar utama mesin perahu.

“Perahu kami banyak yang tidak berangkat melaut karena Solar kosong. Kalau harus membeli Solar eceran, harganya terlalu mahal sehingga hasil tangkapan tidak sebanding dengan biaya operasional,” ungkap Sulaiman, seorang nelayan asal Nepa.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan normal.

Warga juga meminta adanya pengawasan terhadap distribusi BBM agar tidak terjadi penyalahgunaan yang mengakibatkan kelangkaan di tingkat masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun instansi terkait mengenai penyebab sulitnya pasokan Solar dan Pertalite di wilayah utara Kabupaten Sampang.

Warga berharap kondisi ini segera teratasi agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Exit mobile version