Hariannews.id || Sampang – Turnamen Futsal Pelajar se-Madura IMABA 25 telah resmi ditutup setelah sukses diselenggarakan di GOR Indoor Sampang. Acara olahraga tingkat pelajar yang berlangsung meriah ini diikuti oleh 34 tim dari berbagai sekolah di Madura, menjadikannya salah satu event olahraga pelajar terbesar di wilayah tersebut.
Penyelenggaraan tahun ini, menurut Ketua Panitia Ainul Fajar, dikonsep lebih profesional dengan dukungan keamanan yang ketat, serta sukses menarik perhatian tokoh-tokoh daerah.
“Kompetisi Futsal IMABA 25 berlangsung selama empat hari, dimulai sejak 20 November dan berakhir pada hari Minggu (23/11). Seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar dan sesuai harapan panitia hingga partai puncak. Ainul Fajar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang berkolaborasi dalam menyukseskan turnamen yang diklaim berjalan meriah ini.” ujarnya
Partai final mempertemukan dua tim kuat, yakni SMAN 1 Sampang melawan SMAN 1 Torjun. Pertandingan berlangsung sangat sengit dan imbang hingga waktu normal berakhir, memaksa penentuan juara harus dilakukan melalui babak adu penalti yang dramatis. Akhirnya, SMAN 1 Sampang berhasil keluar sebagai juara pertama.
Kemenangan tim dari SMAN 1 Sampang tidak lepas dari penampilan gemilang kiper mereka yang akrab disapa Zakky, yang berhasil menjadi pahlawan di babak adu penalti. Berkat kontribusinya yang luar biasa dalam menjaga gawang, Zakky juga dianugerahi penghargaan individu sebagai Kiper Terbaik dalam turnamen tersebut.
Selain memperebutkan gelar juara, para pemenang berhak atas hadiah pembinaan yang cukup besar. SMAN 1 Sampang sebagai Juara 1 menerima Rp 2,5 juta, Juara 2 SMAN 1 Torjun mendapatkan Rp 1,5 juta, sementara Juara 3 SMAN 3 Pamekasan memperoleh Rp 1 juta, dan Juara 4 SMAN 1 Kedungdung membawa pulang Rp 500 ribu. Panitia juga menyiapkan penghargaan kategori dan doorprize senilai total Rp 6 juta bagi penonton.
Dalam evaluasinya, panitia menyoroti beberapa kendala logistik dan fasilitas. Ketua panitia, Fajar, secara spesifik mengeluhkan biaya sewa GOR Indoor Sampang yang mencapai Rp 1 juta per hari dan fasilitas GOR yang dinilai belum memadai untuk penyelenggaraan event besar.
Panitia berharap pemerintah daerah, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap fasilitas GOR dan biaya sewa. Harapannya adalah agar penyelenggaraan event olahraga pelajar di masa mendatang dapat berjalan lebih efisien dan lancar, sekaligus mendukung perkembangan olahraga futsal di Madura.
Arief












