Pendekar Silat Di Lamongan Mengamuk Warungpun Hancur Jadi Sasaran

Lamongan.hariannews.id

Kerusuhan kembali terjadi di beberapa titik kecamatan di Kabupaten Lamongan.

Hal itu bermula ketika kelompok perguruan silat melakukan pawai setelah acara pengesahan.

Seakan menjadi kegiatan rutinan setiap kali ada kegiatan yang berkaitan dengan perguruan pencak silat di Lamongan yang diakhiri dengan acara konvoi atau arak-arakan di jalan.

Seperti yang terjadi di Desa Bulutengger kecamatan Sekaran pada Sabtu (22/07/2023) sekira pukul 02.30 dini hari. Sejak Jumat (21/07/2023) pukul 21.00 WIB. terpantau sudah banyak para pendekar konvoi dengan motor.

Begitu sudah lewati tengah malam mereka mulai dengan aksi pengerusakan, diantara yang menjadi korban Bomer (Toni) dengan Edy warga Desa setempat motornya diamuk pendekar tanpa sebab.

Begitu pula warung milik Rini, warung Gobek dan Cafee Garuda milik Ari juga mengalami kerusakan, diamuk pendekar  tanpa sebab karena sudah dalam keadaan tutup dan pemiliknya tidur.

Masyarakat sangat menyayangkan tindakan tersebut yang tidak mencerminkan komunitas yang berpendidikan.

“Mestinya kalau yang namanya perguruan itu sedikit banyak ya diajari peradaban, bukan bertindak ngawur seperti itu,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Komentar warga yang lain juga menimpali bahwa kegiatan awuran begitu mestinya yang bertanggung jawab adalah perguruannya, karena kalau sampai membuat keonaran berarti sudah mengganggu kamtibmas, “Itu perbuatan preman bukan perguruan” pungkasnya

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan