Nurul Huda MADAS Bangkalan Jadi Korban Tragedi P2KD Langkap.

BANGKALAN, HARIANNEWS.ID – Ketua DPC Ormas Madura Asli (MADAS) Bangkalan H.Nurul, menjadi korban tragedi pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Langkap, Kecamatan Burneh, Bangkalan.

Proses pembentukan P2KD Langkap yang sebelumnya diwarnai oleh berbagai kontroversi, kembali menjadi sorotan publik setelah terjadi insiden pemukulan terhadap ketua DPC MADAS Bangkalan, pada Senin kemarin, (26/6/2023) sekira pukul 10.00 waktu setempat. Insiden ini telah mengakibatkan dampak serius, dan mendorong masalah ini masuk ke ranah hukum.

Bacaan Lainnya

Kronologis peristiwa, sebelumnya Ketua DPC MADAS Bangkalan H. Nurul adalah salah satu pihak yang mengkritik proses pembentukan P2KD Langkap, karena diduga adanya unsur kolusi di dalamnya.

Seperti diungkap oleh Dossalam, ketua LSM Khabertana (Senin, 26/6), Ia menjelaskan, sebanyak 15 anggota P2KD yang ada, H. Nurul mengusulkan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD), agar melibatkan warga dari semua pihak setiap dusun yang ada. Dalam arti, tidak hanya dari golongan tertentu atau pihak incumben saja.

“Ia (H. Nurul) ketua Ormas DPC MADAS hanya minta dua orang saja dari pihak luar untuk dilibatkan dalam keanggotaan P2KD agar lebih transparan nanti pada proses Pilkades, akan tetapi usulan tersebut ditolak oleh BPD karena hal itu dianggap sudah menjadi peraturan yang ada,” kata Dossalam.

Ia melanjutkan, insiden pemukulan yang terjadi terhadap ketua Ormas DPC MADAS Bangkalan terjadi, saat H. Nurul sedang memberikan instruksi kepada BPD di balai desa Langkap kecamatan Burneh. Aksi pemukulan terhadap pria berkacamata ini diduga berawal dengan adanya instruksi dari salah seorang individu dengan inisial HS yang merupakan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bangkalan. Serangan ini segera mencuri perhatian publik dan media, dengan mencuatnya rekaman video yang menjadi viral di media sosial.

“Namun anehnya, setelah terjadi insiden ini BPD dan pihak kecamatan menyetujui usulan ketua DPC MADAS Bangkalan, agar dua orang yang dimaksud direkrut sebagai anggota P2KD, setelah insiden terjadi, baru disetujui,” imbuh Dossalam.

Reaksi terhadap insiden ini sangat keras dari berbagai pihak. Ormas MADAS dan LSM Khabertana mengecam serangan tersebut dan meminta kepolisian setempat untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara menyeluruh dan menyerukan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku.

“Kami akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan pembaruan terkini seiring berjalannya waktu,” terang Dossalam.

Kasus pemukulan terhadap ketua DPC MADAS Bangkalan, ini, “menurut Dossalam, bukan hanya menjadi isu lokal, tetapi juga berakhir dengan pelaporan kepada pihak yang berwajib setelah sebelumnya dilakukan visum dengan terlapor HS selaku anggota dewan komisi B kabupaten Bangkalan.

Menurut keterangan yang dihimpun dari Kapten Edy Danramil Burneh, ia menjelaskan, pada dasarnya kejadian itu karena kesalahpahaman dari kedua belah pihak saja. Dikatakan, sesuai dengan perbub nomor 51 tahun 2022 pihak BPD sudah melibatkan beberapa warga dari 8 dusun yang ada untuk direkrut sebagai anggota, sehingga ditetapkan sebanyak 15 orang anggota P2KD Langkap. (Selasa, 27/6)

Terkait insiden yang menimpa ketua DPC MADAS Bangkalan, “Nurul Huda, Kapten Edy mengatakan, seandainya HS tidak melontarkan kata-kata yang memicu terhadap adanya insiden pemukulan, mustahil peristiwa itu akan terjadi.

“Karena HS melontarkan perkataan pemicu, maka warga yang hadir serentak mengarah ke H. Nurul dengan aksi pemukulan terhadapnya,” terang Kapten Edy.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan