Hotel Bintang Tiga Diduga Jadi Tempat Protitusi Online

Pontianak, HARIANNEWS.ID – Hotel bintang 3 di Pontianak, diduga jadi tempat prostitusi online. Berkaca dari dua tahun sebelumnya, Kota Pontianak pernah menerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Madya dan Pratama.

Namun untuk tahun ini 2023 Kota Pontianak lagi marak prostitusi online anak dibawah umur menggunakan aplikasi Michat

Bacaan Lainnya

Hal ini terungkap Tim PRC Samapta Polda Kalbarbsaat menerima laporan warga dan melakukan penggerebekan di dua Kamar Hotel bertintang tiga yang beralamat di Jalan Budi Karya Pontianak Selatan. Rabu (21/7/2023) sekira pukul 17.00 WIB.

Kasubdit Gasum Dit Samapta Polda Kalbar AKBP Ricky R. Riyanto mengatakan 13 remaja terdiri dari 6 perempuan dan 7 laki-laki di dua kamar hotel Kota Pontianak, hal ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya prostitusi online anak dibawah umur.

Selanjutnya Tim PRC Samapta Polda Kalbar dibawa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut AKBP Ricky R. Riyanto laporan warga juga menginap di hotel itu dan merasa risih dengan keberadaan anak-anak di dalam hotel tersebut. Kemudian melaksanakan kegiatan dan melakukan kordinasi dengan pihak manajemen hotel dan scurity.

Kemudian mengundang KPAD untuk penanganan anak-anak dibawah umur dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Terkait dengan prostitusi online di Kota Pontianak, KPAD membuat penyerahan subjek TPA ke Dirkerimum Polda Kalbar.

Kemudian awak media melakukan konfirmasi kepada pihak Hotel dan bertemu dengan General Manager Nilson Sitorus. Namun enggan memberikan komentar terkait adanya penggerebekan di Kamar Hotel tersebut.

“Mohon maaf bapak saya dilarang untuk memberikan statement oleh direksi Hotel, dan saya sedang ada tamu dari Krimsus Polda Kalbar, masalah Cek In mereka melalui recepsionis”, kata Sitorus.

Ketua Umum DPW BAIN HAM RI Kalbar Syafriudin menambahkan praktek prositusi online saat ini memang sedang marak di Kota Pontianak melalui aplikasi michat.

“Pemainnya kebanyakan anak-anak di bawah umur, seharusnya pihak hotel lebih jelih dalam melihat tamu, apa lagi kamar yang mereka sewa seperti rumah mereka sendiri,” ungkap Syafriudin

Menurutnya, pihak hotel sudah tahu atau pura-pura tidak tahu, apalagi hotel itu hotel berbintang, mungkin kalo tidak di razia aman-aman saja anak-anak ngumpul dikamar seperti kos-kosan sendiri.

Ketua Umum DPW BAIN HAM RI Kalbar meminta pihak pemerintah untuk ikut berperan serta dalam hal ini, terutama Pemerintah Daerah Kota Pontianak yang peenah mendapat peridikat LKA (Kota Layak Anak).

“Kalau seperti ini namanya pembiaran, jangan pihak hotel hanya mencari untung saja, kamarnya laku, tapi setiap tamu juga yang sudah berhari-hari harus jelas siapa yang ada di dalam kamar tersebut,” jelasnya.

Ia meminta pihak terkait seperti KPAD dan Kepolisian tindak tegas memberantas prositusi online atau hotel yang melanggar aturan, pelakunya ringkus sampai ke akar-akarnya, agar anak tersebut tidak di manfaatkan oleh mucikari (Penjualnya). tegasnya

Dirinya menjelaskan kamar yang di sewa mereka untuk transaksi prostitusi, bukan seperti kamar hotel, tapi seperti kamar kos, karena bukan sehari, melain berhari-hari kamar itu disewa, mungkin bisa 1 Minggu atau 2 Minggu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan