Yon POM 2 Marinir Tindak Lanjuti Berita Oknum Terduga TNI Todong Wartawan

Surabaya, HARIANNEWS.ID – Buntut dari beredarnya pemberitaan adanya peristiwa dugaan penodongan senjata kepada salah satu wartawan Exposeindonesia.com oleh oknum yang diduga salah satu anggota TNI di Pergudangan Trosobo, Krian, Sidoarjo beberapa waktu yang lalu, kini ditangani oleh satuan Bataliyon Polisi Militer 2 Marinir (Yon POM 2 Marinir).

Komandan Bataliyon Polisi Militer 2 Marinir (Danyon POM 2 Marinir) Letkol Laut (PM) Ageng Kurniawan Haryadi angkat bicara terkait peristiwa ini. Pihaknya membenarkan bahwa pelaku terduga Oknum pelaku penodongan adalah anggota satuannya.

Bacaan Lainnya

Dirinya telah menerima pelimpahan pengaduan yang dilakukan oleh Hamdani wartawan Exposeindonesia.com di Pomal Lantamal V Surabaya kepada satuannya.

“Satuan kami sudah menindaklanjuti pengaduan sesuai dengan pelimpahan Lantamal Pomal V. Kemudian ditemukan kedua pelaku adalah anggota Yon Mar berinisial T dan P. Terduga pelaku sudah menjalani pemeriksaan,” kata Letkol Laut (PM) Ageng Kurniawan Haryadi kepada awak media di Manggala Scape, Kamis (15/6/2023) malam.

“Meskipun sudah ada perdamaian antara anggota Yon Mar dengan saudara Hamdani, namun proses hukum akan tetap berlanjut,” tuturnya.

Letkol Laut (PM) Ageng Kurniawan juga mengungkapkan, bahwa kepada kedua Anggota tersebut sudah dilakukan penahanan selama 15 hari guna penyelidikan.

“Saya sebagai komandan dari kedua anggota tersebut, memastikan akan memberi sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan akan (prosesnya) segera diselesaikan,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Hamdani mengklarifikasi terkait kronologi peristiwa penodongan yang menimpanya di Pergudangan Trosobo, Krian, Sidoarjo pada tanggal 11 Mei 2023 lalu.

Hamdani mengatakan, bahwa narasi yang beredar adanya penodongan terhadap dirinya oleh kedua oknum tersebut tidak sepenuhnya benar. Hamdani mengklarifikasi yang terjadi sebenarnya memang adanya cekcok mulut antara dia dan kedua oknum tersebut.

Dani juga menjelaskan kedatangannya bersama kedua rekannya dari media lain di pergudangan tersebut, hendak investigasi adanya truck bbm industri yang berjejer di pergudangan itu sampai terjadinya perdebatan mulut dengan seseorang yang berperawakan mirip TNI.

“Setelah kejadian cekcok itu, untuk mengamankan diri, saya dan rekan saya mendatangi POMAL untuk memastikan bahwa oknum tersebut benar anggota TNI dan saya membuat laporan pengaduan,” jelasnya.

“Dan betul ternyata hasilnya adalah kedua oknum tersebut benar Anggota TNI AL dari Bataliyon 2 Marinir. Beberapa hari kemudian kedua anggota tersebut menemui saya untuk meminta maaf secara ikhlas tulus tidak ada paksaan dari manapun kepada saya dan keluarga,” imbuhnya.

“Bahwasanya Kemanusian itu menjadi point utama dalam prinsip saya untuk hidup berkelanjutan. Lantas saya secara pribadi dan keluarga sudah memaafkan secara ikhlas dan tulus, serta mencabut pengaduan tanpa ada paksaan dari manapun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hamdani menyerahkan sepenuhnya kepada satuan Yon POM 2 Marinir jika kasus ini akan terus diproses sesuai dengan aturan yang berlaku di kesatuan.(spam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan