Kepala Desa Kemamang Kecamatan Balen Diduga Menahan Jatah Bantuan Pangan Warga

Bojonegoro.hariannews.id– Sungguh miris kejadian yang dialami oleh Siti Romlah serta Septia Ariul Mufidah keduanya warga desa Kemamang, Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, setelah 2 bulan lamanya jatah bantuan pangan (BAPANG) yang sudah menjadi haknya diduga malah ditahan secara sepihak oleh oknum Kades Kemamang (KK)

Kejadian ini bermula saat bulan November, Siti Romlah mendapatkan undangan dari Pemdes untuk mendapatkan jatah bantuan pangan karena dirinya memang termasuk KPM, namun setelah menunggu sampai acara berakhir mereka tidak kunjung mendapatkan beras yang seharusnya menjadi hak mereka.

Siti Romlah salah satu warga yang merasa dipersulit untuk mendapatkan bantuan pangan, berulang sebulan kemudian Selasa 19/12/2023, mereka kembali diundang untuk menerima jatah bantuan pangan bulan Desember 2023, dan saat datang mereka melakukan kroscek terlebih dahulu apakah benar mereka akan mendapatkan jatah beras.

Petugas pembagian memastikan dirinya mendapatkan hak tersebut. Namun lagi-lagi mereka harus merasa kecewa saat acara berakhir nama mereka tidak kunjung dipanggil untuk mendapatkan beras, mereka pun menanyakan ke Bayan, kenapa tidak diberikan, Bayan pun mengatakan dirinya tidak tau apa-apa, semua atas perintah Lurah. Padahal disitu terlihat ada 8 karung jatah beras yang masih belum terbagikan. Dan di pindahkan ke gedung Polindes

Merasa dirinya dan beberapa warga lain diperlakukan tidak adil, akhirnya warga yang tidak menerima Bapang ini meminta bantuan kepada media untuk dilakukan klarifikasi kepada Kades Kemamang, namun sampai berita ini diturunkan tidak ada sedikitpun keterangan yang diberikan oleh Kades Kemamang.

Berselang 3 hari setelah awak media melakukan klarifikasi, petugas dari Desa Kemamang memberikan jatah beras ke beberapa narasumber kami yang selama 2 bulan ini tidak diberikan jatah Bapang nya.

Setelah beras diberikan, Kepala Desa memanggil penerima pada hari Selasa 26 desember 2023 .yaitu Septia Airul Muvidah ke Balai Desa pada malam hari. Untuk menandatangani tulisan di atas materai, bahwasanya urusan sudah selesai dan beras sudah diberikan .

Disitu dugaan intimidasi dilakukan dari pihak Pemdes, karena Septia Airul Muyidah sampai mau menandatangani pernyataan untuk tidak mempermasalahkan persoalan tersebut, dan saat pertemuan itu Kepala Desa menjelaskan beras dari atas ada keterlambatan bantuan pangan.

Meskipun Bapan sudah diberikan, namun tidak ada klarifikasi yang diberikan oleh Kades kepada para penerima yang dipersulit untuk mendapatkan beras tersebut, dan ini menjadi tanda tanya bagi mereka ada apa dengan pembagian Bapan Desa Kemamang kecamatan Balen kabupaten Bojonegoro.

Agus Raharjo, SE, M.Si. Camat Balen saat  dikonfirmasi memberikan penjelasan, “Bapang itu sudah ada BNBA nya dari Dinsos , desa itu hanya penerima bukan pelaksana, seharusnya tidak berwenang untuk memberi keputusan mencoret nama. Kalaupun untuk mengalihkan bantuan itu harus pelaksanaan sesuai prosedur” ungkapnya

Begitu juga Kadinsos Bojonegoro Drs. Arwan, M.Si, memberikan tanggapannya terkait Bapang sebagai penyalur adalan PT Pos. Desa hanya membantu memfasilitasi, Setiap penyaluran oleh PT Pos harus terlaporkan yang harus disertai bukti foto.

(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan