Tak Taati Aturan Wisatawan Asal Banyuwangi Hilang Terseret Ombak Pantai Pulau Merah

Banyuwangi, hariannews.id — Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak peribahasa tersebut menimpa salah satu wisatawan yang mengalami nasib naas terseret ombak saat bermain dikawasan wisata Pantai Pulau Merah Blok Palung Karim Barat Gumuk Kancil Banyuwangi. 4 pengunjung asal Banyuwangi terseret ombak ketika sedang asik berenang di kawasan tersebut.

Kejadian na’as tenggelamnya korban tersebut terjadi saat korban bersama temannya berenang di pantai pulau merah tepatnya di koordinat 8°35’38″S 114°01’31″E Rabu, 27/12/2023 siang.

Adapun 4 korban tersebut yakni Christian Fabregas, (13 Tahun) dalam pencarian, Azzaki Adha, (13 Tahun) Selamat, Moh Aksan Fadilah, (13 Tahun) Selamat, Raditiya Surya Ramadani, (13 Tahun) Selamat. Saat ini ketiga korban sudah berasa di pos pengamanan untuk dilakukan pertolongan dan di mintain keterangan dan satu korban atas nama Cristian Fabregas masih dalam pencarian dari pihak keamanan yang dibantu team SAR gabungan.

Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Masyhur Ade, S.I.K, M.H melalui Kanit Pos Pancer Aipda Adi Sudrajat menjelaskan kronologi kejadian yang didapat dari keterangan saksi berawal dari korban bersama teman-temannya datang ke pulau merah dengan menaiki 2 sepeda motor menuju arah pantai Moroseneng tanpa membeli karcis. Setelah sampai di lokasi korban bersama ketiga temannya jalan menyisir pantai menuju ke arah barat dan menuju ke arah luar wisata (luar pagar).

Lebih lanjut, Aipda Adi menambahkan setelah sampai TKP korban bersama temannya mandi, mengetahui korban terbawa arus, ketiga temannya berteriak minta tolong yang diketahui oleh pengunjung yang kemudian mencoba menolong akan tetapi korban sudah terbawa arus dan tidak sempat tertolong.

Perlu diketahui jarak TKP dengan posisi korban dari tempat memarkir berjarak 1 KM.

Saat dikonfirmasi melalui Whatsapp Kasubnit Binmasair Aiptu I Gede Eka D menyesalkan atas kejadian tersebut yang dimana masih banyaknya pengunjung yang seakan tak memperdulikan imbauan maupun rambu-rambu yang ada dan tak mengindahkan untuk tak berenang di kawasan tersebut.

Lebih lanjut Aiptu Gede mengatakan bahwa pihak keamanan bersama pokdarwis sudah memasang papan (rambu-rambu) tapi masyarakat sepertinya kurang peduli dengan imbauan tersebut. Imbauan yang terpasang ini kita berikan agar tidak terjadi korban berikutnya, untuk itu kita minta lebih waspada.

Atas kejadian tersebut tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpolairud, RAPI, Pokmas, Polsek Pesanggran, Pos TNI AL Pancer, Koramil, SAR Binaan, dan Basarnas Banyuwangi, mencari korban yang sampai saat ini korban belum di ketemukan.

Sebagai penutup Aipda Adi mengatakan untuk para wisatawan/masyarakat bisa menaati aturan yang ada guna mencegah kembali terjadinya peristiwa yang sama, “Kami harapkan imbauan dan larangan yang ada bisa ditaati”, pungkasnya.

 

Putra

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan