Korban Dugaan Penipuan di Widang Tuban Minta Polisi Tangkap Serta Seret Pelaku 

Tuban.hariannews.id Babak baru dari dugaan kasus penipuan yang dilakukan RTN warga Parengan yang diduga menipu warga desa Ngadipuro akhirnya sampai pada proses pelaporan RTN ke pihak Kepolisian Resort Widang Polres Tuban Pada Jumat (28/08/2023) siang .

Ketentuan pasal 1 angka 24 KUHAP mengartikan laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang karena hak atau kewajiban berdasarkan undang-undang kepada pejabat yang berwenang tentang telah atau sedang atau diduga akan terjadinya peristiwa pidana.

Dari definisi tersebut, dapat diartikan bahwa lapor Polisi merupakan pemberitahuan kepada Polisi sebagai pejabat yang berwenang tentang suatu peristiwa pidana, baik peristiwa yang telah berlangsung, sedang berlangsung, atau adanya dugaan akan peristiwa pidana.

Ag atau yang biasa dipanggil dengan Jepang mendesak pihak Kepolisian menangkap pelaku yang hingga saat ini masih bebas berkeliaran. Selain meresahkan masyarakat juga meminimalisir adanya korban-korban baru.

Adapun isi laporannya yang tertera dalam surat laporan Polisi nomor : B/138/VIII/2023/Res./1.24. Polsek, yakni pelaku meminta mencarikan uang untuk akumendasi pencairan uang, namun apa yang dikatakan Ratno beserta bukti gambar ataupun foto yang dikirimkan dugaan kuat hanya foto editan (Palsu) sehingga untuk meyakinkan Ag untuk bisa mengeruk uang Ag .

“Dugaan kuat RTN telah secara sengaja melakukan tindakan penipuan atau penggelapan uang kepada kami beserta istri

1. Saudara RTN pertama tepatnya pada bulan Desember 2022 meminta carikan kepada saya sebesar 33.500.000, dengan alasan dibuat tambahan usahanya.

2. Bulan 05/2023 saudara RTN kembali meminta di carikan uang lagi buat tambahan akumendasi pengurusan PT dan transpor ke Kalimantan beserta pencairan dari pendana.

Selain dari itu uang Rp 60.000.000 juta berupa kambing 35 ekor kita jual rugi satu persatu sampai kurang lebih 2 bulan berjalan hingga kambing habis sebelum hari raya kurban” ungkapnya.

Rtn mulai minta dari Rp.500.000 Rp 1.000.000 Rp 1.500.000.2000.000 bahkan ada 5.000.000 dalam sehari dan berulang kali hingga terkumpul Pada bulan 5 / 2023 mencapai 32.000.000 rupiah.

Ditempat terpisah Kanit Reskrim Polsek Widang AIPDA PAMUJIANTO Menegaskan “Ya mas biar kita periksa dulu Dumasnya kita terima.
Dan kami akan klarifikasi dulu kumpulkan saksi-saksi bila sudah terbukti kita limpahkan ke Polres Tuban karna Polsek hanya bisa menerima laporan pelidikan” katanya

“Dalam Pasal 378 KUHP ditegaskan ,Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang atau sesuatu kepadanya atau supaya memberi hutang, maupun menghapuskan piutang, diancam dengan pidana penjara paling rendah empat (4) tahun kurungan” terangnya

Hingga berita terbit pelaporan si calon TSK belum ada itikad baik dan kejelasan . ( Red )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan